Simulasi KPR

Berikut adalah ulasan tengang simulasi KPR. Kita akan bagi menjadi dua bagian yaitu KPR Konvensional dan KPR Syariah tanpa bank tanpa riba. Langsung saja kita simak ulasannya.

Simulasi KPR Bank Konvensional

Pada simulasi KPR Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank BNI, dan lain lain pastilah dikenal dua komponen berikut, pokok hutang dan bunga. Pokok hutang adalah nilai pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah sedangkan bunga adalah keuntungan bank konvensional diatas atas jasanya meminjami uang kepada nasabah. Dalam islam, bunga ini disebut dengan riba.

Langsung saja kita simulasikan. oh iya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa dalam simulasi KPR bank Mandiri, psimulasi KPR BTN dsb ini biasanya mirip-miri hanya angka persennya saja yang berbeda dan yang pasti dan harus kita garis bawahi adalah bank konvensional akan mengambil porsi bunga yang sangat besar pada tahun-tahun pertama.

 

Berikut adalah contoh simulasinya

1. Simulasi Keuangan KPR di Bank Konvensional

Contoh jika anda mengajukan kredit sebesar  Rp 136.500.000 dengan tingkat suku bunga (riba) 12% maka pada tahun pertama ini bank berhak memperoleh bunga riba sebesar 12% x 136.500.000 = 16.380.000!

Perhatikan ilustrasi berikut:

Pengajuan Kredit             : 136.500.000 (suku bunga 12%, selama 120 bulan)

Cicilan Tetap Bulanan     : 2.013.200

Total Cicilan                        : 2.013.200 x 120 = 241.584.000

Total Bunga Riba                : 241.584.000 – 136.500.000 = 105.084.000

Dari ilustrasi diatas dapat kita lihat, pada tahun pertama saja bank telah mengambil bunga 15.58% dari yang seharusnya dia dapatkan. Dan jangan kaget, pokok utang baru berkurang 7.778.400 saja, sangat-sangat kecil dari total cicilan setahun yang 24.158.400 atau hanya setara 32.19% dari uang yang telah Anda bayarkan ke bank. Anda merasa tidak adil? Wajar, tapi inilah konsekuensi dari menyepakati perjanjian kredit dengan sistem anuitas.

2. Simulasi (perkiraan) dosa riba KPR di bank Konvensional
Diatas adalah simulasi secara keuangan lalu ada satu simulasi lagi yang jangan sampai terlewatkan yaitu simulasi dosa Riba. dasar perhitungan: “satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali”

1 dirham = Rp 86.798,00 (sumber: web resmi aneka tambang /antam di www.logammulia.com april 2016)

Total bunga selama KPR : Rp 105.084.000,00

konversi ke dirham = 105.084.000: 86.798 = 1210 dirham

setara dengan zina (1210 x 36)= 43.560 kali zina

Berarti selama waktu KPR itu dosanya setara dengan berzina dengan 43.560 kali zina. (ck ck ck luar biasa dosa riba ini) sedangkan satu kali dosa zina sendiri termasuk dosa besar. Besarnya satu kali dosa zina tentunya hanya Allah lah yang mengetahui, yang kita ketahui satu kali zina adalah dosa besar, terbayangkan apabila 43.560 kali.

Simulasi  KPR Syariah

Berikut adalah simulasi kpr syariah tanpa bank, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa riba

1. Simulasi Keuangan

Dengan unit yang sama di hargai (di jual) 241.584.000

241.548.000 dibagi 10 tahun (misal angsurang kita 10 tahun) = 2.013.200

note : simulasi kita simplekan tanpa DP agar perhitungannya mudah.

sekilas kita akan bilang mahal sekali rumah syariah ini. sedangkan rumah kpr konvensional saja hanya 136.500.000. Apakah tidak ingat bahwa simulasi KPR di atas pokok plus bunga sanggup kita cicil tiap bulannya dan di akhir kpr total yang dibayarkan 241.584.000. Berarti secara logika itu sama harganya dan cicilannya kita juga mampu karena di simulasi sebelumnya kita mampu bayar cicilan.

2. Simulasi dosa Riba

Karena KPR model syariah tanpa bunga tanpa denda ini adalah tanpa riba maka dosa riba = 0

 

Kesimpulan Simulasi KPR:

a. Simulasi KPR bank konvensional dengan harga rumah 136.500.000, memiliki angsuran perbulan 2.013.200 dengan tambahan dosa riba setara dengan 43.560 kali zina

b. Simulasi KPR Syariah tanpa bank tanpa riba dengan harga rumah 241.548.000 angsurah perbulan 2.013.200 dengan tanpa dosa riba atau setara dengan 0 (nol) kali zina.

 

Dengan adanya simulasi diatas, silahkan dijadikan dasar pertimbangan. Terima kasih.